Dari Video Gim ke Anime, Sebuah Perjalanan Panjang yang Menyenangkan

Halo, semuanya!

Ini adalah artikel saya yang pertama kali di tahun 2021. Tak terasa waktu berlalu dan saat ini kita sudah sampai di pertengahan tahun.

Pada saat saya menekuni dunia penerjemahan pertama kali, saya ingin sekali menerjemahkan teks film, atau yang biasa disebut takarir atau subtitle. Alasannya sederhana. Saya terinspirasi oleh Lebah Ganteng, subtitler legendaris itu. Selain itu, karena saya juga penggemar film silat, saya juga ingin suatu saat bisa menerjemahkan teks film serial drama silat atau kostum.

Sayangnya, kenyataan berbicara lain. Entah mengapa, saya selalu gagal pada tes penerjemahan teks film, hingga akhirnya saya dipercaya menerjemahkan gim dan komik. Meskipun begitu, saya tidak berkecil hati. Saya tetap mengerjakan proyek-proyek penerjemahan gim dan komik dengan senang hati. Saya saat itu sempat berpikir, mungkin saja jodoh saya bukan di film, melainkan di gim. Bagi saya, yang penting saya sudah berusaha maksimal. Selain itu, menjadi penerjemah gim ternyata juga seru. Banyak istilah dan kata-kata baru yang saya pelajari, dan masih banyak hal lainnya.

Namun, siapa yang menduga bahwa pada awal tahun 2021, seorang resource manager menghubungi dan menawari saya untuk menerjemahkan anime. Beliau berkata bahwa dari pengalaman saya menerjemahkan gim dan komik, tentu saya tidak asing dengan anime. Apalagi banyak anime yang diadaptasi dari komik dan video gim, istilah-istilahnya pun mirip-mirip. Tanpa pikir panjang, saya menyetujui tawaran tersebut dan mengerjakan tes terjemahannya dengan penuh semangat dan ketelitian, dan akhirnya saya lulus!

Meskipun saya tidak mengerjakan proyek terjemahan teks film untuk film silat dan drama kostum hingga detik ini, tapi saya sangat bersyukur saya dipercaya mengerjakan terjemahan anime. Saya tumbuh besar bersama komik dan anime dari Jepang. Boleh dikatakan, komik dan anime adalah hiburan saya dari kecil hingga sekarang. Salah satu anime yang paling saya sukai dan membekas di ingatan saya adalah Saint Seiya. Hingga saat ini pun, saya masih ingat jalan cerita, nama tokoh, dan nama jurusnya.

Saint Seiya, salah satu anime populer saat saya masih kecil. Saya paling terkesan oleh jurus Tinju Meteor Pegasus milik Seiya, dan Debu-debu Intan milik Hyoga. Sumber gambar: Pinterest. 

Andai tahun lalu saya menolak mengerjakan proyek terjemahan gim dan komik, mungkin saat ini saya juga tidak akan menerjemahkan anime.

Mungkin Anda bertanya-tanya, anime kan dari Jepang? Apakah ada anime yang dari Tiongkok?

Tentu saja ada, hanya saja anime Tiongkok gaungnya tidak sepopuler anime Jepang di mata masyarakat Indonesia. Mendengar kata anime saja, yang muncul di benak kita pastilah Jepang. Mungkin karena inilah, Tiongkok ingin mengikuti kesuksesan Jepang di bidang anime.

Namun, ada juga anime Tiongkok yang terkenal, seperti contohnya The Untamed dan The King’s Avatar. Komik dan serial film kedua anime ini juga sama-sama populer dan terkenal di Indonesia maupun di dunia internasional.

The King’s Avatar, salah satu judul anime, komik, dan drama Tiongkok yang sangat terkenal. Sumber gambar: My Anime List.

Namun, karena saya terikat oleh perjanjian kerahasiaan antara saya dan pemberi kerja, saya mohon maaf jika saya tidak bisa menampilkan proyek-proyek terjemahan anime yang sudah saya buat. Namun, yang pasti, saya sangat menikmati pengalaman ini, baik itu proyek terjemahan anime yang saya kerjakan sendiri maupun yang dikerjakan bersama rekan penerjemah lain.

Tinggalkan Balasan