Silvia Angelina https://silviaangelina.com Professional Mandarin Chinese-Indonesian translator Sun, 11 Oct 2020 16:53:03 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.5.1 173506722 Akhirnya Menjadi Penerjemah Game https://silviaangelina.com/akhirnya-menjadi-penerjemah-game/ https://silviaangelina.com/akhirnya-menjadi-penerjemah-game/#respond Sun, 11 Oct 2020 16:36:17 +0000 https://silviaangelina.com/?p=275 Saya tidak pernah menduga bahwa saya akan menjadi seorang penerjemah game. Tadinya, saya cukup puas menerjemahkan komik dan novel, hingga akhirnya suatu hari di bulan April 2020 saya iseng melamar untuk menerjemahkan game. Saya tidak menduga bahwa saya akhirnya lulus dalam tes penerjemahan game yang diadakan oleh salah satu agensi penerjemahan di Indonesia. Awalnya saya… Selengkapnya »Akhirnya Menjadi Penerjemah Game

The post Akhirnya Menjadi Penerjemah Game appeared first on Silvia Angelina.

]]>
Saya tidak pernah menduga bahwa saya akan menjadi seorang penerjemah game. Tadinya, saya cukup puas menerjemahkan komik dan novel, hingga akhirnya suatu hari di bulan April 2020 saya iseng melamar untuk menerjemahkan game.

Saya tidak menduga bahwa saya akhirnya lulus dalam tes penerjemahan game yang diadakan oleh salah satu agensi penerjemahan di Indonesia. Awalnya saya sangat pesimis, karena dalam persyaratannya, seorang penerjemah game haruslah seorang yang menyukai game (setidaknya pernah bermain game online). Sebaliknya, saya hanya memainkan game jadul NES (Nintendo Entertainment System) yang populer di tahun 1990an, yang mana saat itu saya masih kecil. Tentunya game NES sangat berbeda dengan game online masa kini.

Saya pun akhirnya dipercaya mengerjakan proyek terjemahan game. Karena saya masih cupu, saya diberikan kepercayaan untuk menerjemahkan dengan volume kecil. Saya sempat dibimbing oleh seorang penerjemah senior secara kilat. Meski begitu, saya mengalami banyak kesulitan saat mengerjakannya karena begitu banyak istilah game yang saya tidak mengerti. Saya banyak bertanya kepada senior saya itu.

Saya akhirnya disarankan beliau untuk mencoba bermain game online setelah proyek selesai. Game apa saja. Tujuannya adalah supaya saya bisa merasakan dan mengerti apa saja unsur-unsur dalam game online, supaya suatu saat nanti ketika saya menerjemahkan game, saya sudah terbiasa.

Saya menurutinya. Setelah proyek berakhir, saya mengunduh salah satu game MMORPG (Massively Multiplayer Online Role Playing Games) yang sangat terkenal, yaitu Dragon Nest Mobile (DNM). Game ini diluncurkan oleh sebuah penerbit game asal Korsel, Eyedentity, tapi akhirnya lisensinya dibeli oleh salah satu penerbit game asal Tiongkok. Maka, tak heran, unsur Tionghoa sangat kental di sini. Salah satunya adalah event angpao. Namun, dialog para NPC (Non Playable Character) tetap memakai bahasa Korea. Penerbit-penerbit game asal Tiongkok memang dikenal selalu memasukkan unsur budaya Tionghoa dalam produk-produk mereka.

Setelah memainkan game ini selama beberapa saat, saya mengetahui unsur-unsur dalam game online, yang akhirnya membawa saya lulus dalam tes-tes penerjemahan game berikutnya (meski banyak juga yang gagal).

Tak hanya pengalaman, dengan bermain game online, saya juga mendapatkan teman bermain dari sana. Meski begitu, game online juga merupakan dunia yang tidak sepenuhnya aman, maka dari itu saya juga tetap menutup rapat identitas saya di sana. Saya juga tidak sepenuhnya seratus persen percaya dengan apa yang pemain lain katakan mengenai dirinya. Dunia game online adalah dunia maya. Seseorang bisa mengaku menjadi siapa saja dengan mudahnya.

Dragon Nest Mobile. All credit and thanks to all members of Immortal guild.

Dragon Nest Mobile. All credit and thanks to all Immortal guild members.

Saya bermain dengan para pemain asal Filipina. Mereka sangat baik dan ramah, meski saya tidak tahu apa yang mereka perbincangkan di menu guild chat, karena komunikasi mereka dalam bahasa Tagalog. Satu-satunya identitas saya yang mereka tahu adalah saya berasal dari Indonesia. Itu pun karena ada beberapa pemain yang penasaran mengapa saya tidak pernah membalas chat pribadi mereka yang berbahasa Tagalog. Akhirnya mereka menanyakan apakah saya berasal dari Filipina atau bukan. Karena menurut teman saya yang tinggal di Filipina, hanya orang-orang dari keluarga elit dan menengah atas yang selalu berkomunikasi dengan bahasa Inggris, meski bahasa Inggris adalah bahasa kedua mereka. Setelah mengetahui bahwa saya berasal dari Indonesia, mereka pun akhirnya memaklumi kesalah pahaman selama ini.

Saya sangat senang bermain dengan mereka, karena melatih kerja sama tim. Saya sering diajak farming, grinding, bahkan saya diajari menyempurnakan skillset, strategi PvP atau saat bertanding melawan guild lainnya, yang tentunya secara tidak langsung memberikan pengaruh pada pekerjaan saya. Selain itu, ikatan persahabatan kami juga makin erat, meski hanya dalam game. Tak hanya itu. Karena mereka bukanlah teman senegara saya, mau tak mau saya harus terus berkomunikasi dengan bahasa Inggris, yang akhirnya juga mengasah kembali keahlian bahasa Inggris saya. Untungnya, semua orang Filipina mengerti bahasa Inggris.

Lain Dragon Nest, lain pula Dragon Raja. Di Dragon Raja, semua teman guild saya adalah orang-orang yang saya kenal di dunia nyata. Oleh karena itu, kami tidak canggung lagi kalau ada yang meminta bantuan untuk grinding atau farming. Mereka pun tidak pernah melontarkan kata-kata yang tidak pantas di chat guild. Game is just for fun. Selain itu, bukankah lebih menyenangkan jika bermain bersama teman-teman sendiri?

Meski saya bukan seorang atlet esport profesional dan bukan pecandu game, tapi bermain game online membawa manfaat tersendiri bagi saya. Saya bisa melepaskan penat dan bersenang-senang.

The post Akhirnya Menjadi Penerjemah Game appeared first on Silvia Angelina.

]]>
https://silviaangelina.com/akhirnya-menjadi-penerjemah-game/feed/ 0 275
Pengalaman Menjadi Pekerja Lepas https://silviaangelina.com/pengalaman-menjadi-pekerja-lepas/ https://silviaangelina.com/pengalaman-menjadi-pekerja-lepas/#respond Sat, 05 Sep 2020 02:46:07 +0000 https://silviaangelina.com/?p=263 Bulan September 2020 ini tepat setahun saya menjadi pekerja lepas sebagai seorang penerjemah. Suatu karier yang tidak pernah saya lupakan. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Odivee Digital, perusahaan digital marketing yang berbasis di Shenzhen, Tiongkok, yang pertama kali membukakan pintu dan kesempatan bagi saya untuk menjadi penerjemah. Saya sangat sadar pengalaman saya masih… Selengkapnya »Pengalaman Menjadi Pekerja Lepas

The post Pengalaman Menjadi Pekerja Lepas appeared first on Silvia Angelina.

]]>
Bulan September 2020 ini tepat setahun saya menjadi pekerja lepas sebagai seorang penerjemah. Suatu karier yang tidak pernah saya lupakan. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Odivee Digital, perusahaan digital marketing yang berbasis di Shenzhen, Tiongkok, yang pertama kali membukakan pintu dan kesempatan bagi saya untuk menjadi penerjemah.

Saya sangat sadar pengalaman saya masih sedikit dan belum bisa dibandingkan dengan rekan-rekan penerjemah senior. Saya masih harus banyak belajar dan meningkatkan keahlian saya. Banyak pengalaman yang saya alami selama setahun ini, di antaranya:

1. Harus bisa membagi waktu

Sebagai seorang istri, saya harus bisa membagi waktu saya dengan keluarga. Karena bekerja dari rumah, seringkali saya harus menyelesaikan beberapa pekerjaan sekaligus. Mendampingi si kecil belajar, mengurus keluarga, termasuk harus mengurus pekerjaan saya sendiri sebagai penerjemah. Saya harus bersikap profesional kepada klien, project manager, maupun vendor. Seringkali pula saya harus bekerja di akhir pekan. Namun, bagi saya, itu tetap menyenangkan. Saya akan jauh lebih stres jika menganggur.

Ilustrasi pekerja lepas. Sumber: Kompas.

Ilustrasi pekerja lepas. Sumber: Kompas.

2. Punya teman dan komunitas baru

Karena saya seorang penerjemah, saya pun masuk ke dalam komunitas para penerjemah. Tak hanya penerjemah saja, melainkan saya juga mengenal para penulis, juru bahasa, dan voice over talent atau pengisi suara. Berinteraksi dengan mereka sangat mengasyikkan. Saya mendapat banyak pengalaman baru. Bahkan, saya juga pernah berkolaborasi dengan beberapa pengisi suara untuk seleksi sebuah proyek gim. Terkadang, saya juga mendapat informasi dan referensi lowongan pekerjaan dari mereka.

Saya belajar banyak dari pengalaman para penerjemah senior. Seperti misalnya menetapkan tarif, bernegosiasi, memilih piranti lunak penerjemahan, membuat terminologi, hingga berbagi pengalaman suka dan duka mereka.

3. Harus menjaga kesehatan

Sebagai seorang pekerja lepas, selain harus pandai mengatur waktu, saya juga harus menjaga kesehatan. Biar bagaimanapun juga, kesehatan adalah yang terutama. Kalau sakit, selain harus keluar uang untuk berobat, saya pasti harus meninggalkan pekerjaan pula. Apalagi di masa-masa pandemi seperti saat ini, saya dan keluarga harus meningkatkan imun tubuh dan menjaga kesehatan.

Pernah suatu kali, saat mengerjakan sebuah proyek pelokalan gim. Gusi saya bengkak dan gigi saya sakit, sehingga menyebabkan saya migrain. Awalnya, saya hanya meminum obat pereda nyeri dan berencana akan menemui dokter gigi setelah proyek selesai. Namun, setelah efek obatnya habis, rasa sakit di kepala saya timbul lagi, hingga saya hanya bisa terkapar di tempat tidur.

Saya sempat menghubungi dokter gigi langganan saya, tapi sayang sekali beliau tidak berani buka praktik, karena pada saat itu masih masa PSBB. Dibantu beberapa teman, akhirnya saya direferensikan salah satu dokter gigi yang buka praktik di rumahnya. Setelah diobati, migrain yang saya derita hilang seketika.

4. Bekerja dengan zona waktu yang berbeda

Karena sejak awal saya bekerja sama dengan agensi di luar negeri, maka proyek-proyek yang saya dapatkan berikutnya juga dari luar negeri. Ada pula yang dari agensi lokal Indonesia, tapi tidak banyak.

Karena bekerja sama dengan agensi di luar negeri, saya harus perhatikan baik-baik perbedaan zona waktu antara Indonesia dengan agensi tersebut, terutama jika project manager sudah mencantumkan tenggat waktu jam sekian waktu lokal mereka. Jika agensinya berada di Tiongkok, mungkin tidak masalah, karena hanya berbeda satu jam lebih cepat dari Indonesia.

Namun, saat ini, saya juga mengerjakan proyek salah satu agensi di Irlandia, yang perbedaan waktunya 7 jam lebih lambat dari Indonesia. Saya harus online di jam-jam tertentu yang sudah disepakati. Atau, jika saya mengikuti webinar yang diadakan oleh salah satu organisasi yang saya ikuti, seringkali saya harus online pada saat mendekati tengah malam.

5. Harus pandai mengatur keuangan

Sebagai pekerja lepas, saya mendapat penghasilan saya berdasarkan berapa proyek yang sudah saya kerjakan dalam sebulan. Terkadang dalam satu bulan saya sama sekali tidak ada proyek penerjemahan, tapi di lain waktu, saya bisa sangat sibuk.

Komisi yang diberikan oleh agensi biasanya tidak langsung diberikan setelah proyek selesai. Biasanya, saya harus menunggu tim LQA (Language Quality Assurance) untuk memeriksa terjemahan para penerjemah. Ini biasanya memakan waktu cukup lama, tergantung besar kecilnya proyek. Jika tim LQA sudah selesai melakukan tugasnya, maka saya harus mengirimkan invoice dan  baru akan mendapat komisi saya enam puluh hari dari tanggal invoice saya.

Meski di pekerjaan saya sebelumnya saya juga adalah pekerja lepas, tapi setiap bulannya saya masih mendapatkan transferan komisi dari perusahaan. Jadi, berbanding terbalik dengan pekerjaan saya kali ini, saya harus mengatur keuangan baik-baik agar tidak besar pasak daripada tiang.

6. Harus bisa multitasking

Selain mengurus keluarga, sebagai seorang pekerja lepas, saya juga dituntut untuk bisa melakukan banyak hal dan punya banyak peran. Saya harus menagih dan menerbitkan invoice agar jasa saya dibayar tepat waktu, menjadi bos untuk diri sendiri, memasarkan jasa saya di internet, dan harus terus menulis artikel yang bermanfaat untuk blog saya sendiri. Sayang, kan, jika saya tidak memanfaatkan situs saya dengan baik untuk mendapat penghasilan.

Untuk menyiasatinya, saya biasanya sudah mencatat jadwal rutin setiap harinya di Microsoft Excel. Saya sangat bersyukur dengan adanya program Microsoft Excel ini. Piranti lunak ini sangat membantu saya dalam mencatat jadwal penagihan, jadwal mengirim artikel ke blog saya, dll.

Saya terkadang menambahkan kegiatan lainnya yang bersifat tidak rutin, seperti mengirimkan kembali tes terjemahan yang hendak jatuh tempo, mengirimkan CV ke agensi baru, jadwal webinar yang saya ikuti, dll. Pernah suatu kali, saking saya haus ilmu tingkat akut, saya tidak memperhatikan jadwal acara webinarnya, karena saling bentrok.

Nah, itulah pengalaman-pengalaman saya sebagai penerjemah lepas selama ini. Jika kamu punya pengalaman lain, silakan berbagi di kolom komentar.

 

The post Pengalaman Menjadi Pekerja Lepas appeared first on Silvia Angelina.

]]>
https://silviaangelina.com/pengalaman-menjadi-pekerja-lepas/feed/ 0 263
Kelenteng Hok An Kiong, Salah Satu Kelenteng Tertua di Surabaya https://silviaangelina.com/kelenteng-hok-an-kiong-salah-satu-kelenteng-tertua-di-surabaya/ https://silviaangelina.com/kelenteng-hok-an-kiong-salah-satu-kelenteng-tertua-di-surabaya/#respond Wed, 02 Sep 2020 06:46:56 +0000 https://silviaangelina.com/?p=257 Beberapa saat yang lalu, saya berkesempatan lagi mengunjungi Kelenteng Hok An Kiong, yang dikenal sebagai salah satu kelenteng tertua di Surabaya. Kelenteng ini merupakan kenangan masa kecil saya, sebab setiap hari Minggu saya selalu melewati kelenteng legendaris ini, untuk beribadah di sebuah gereja kecil yang letaknya tak jauh dari situ. Boleh dikatakan, saya sangat familiar… Selengkapnya »Kelenteng Hok An Kiong, Salah Satu Kelenteng Tertua di Surabaya

The post Kelenteng Hok An Kiong, Salah Satu Kelenteng Tertua di Surabaya appeared first on Silvia Angelina.

]]>
Beberapa saat yang lalu, saya berkesempatan lagi mengunjungi Kelenteng Hok An Kiong, yang dikenal sebagai salah satu kelenteng tertua di Surabaya. Kelenteng ini merupakan kenangan masa kecil saya, sebab setiap hari Minggu saya selalu melewati kelenteng legendaris ini, untuk beribadah di sebuah gereja kecil yang letaknya tak jauh dari situ. Boleh dikatakan, saya sangat familiar dengan kelenteng ini. Namun, saya baru pertama kali masuk ke kelenteng ini untuk melihat-lihat pada usia dewasa.

Masyarakat di sekitarnya menyebut kelenteng ini dengan nama Kelenteng Cokelat, karena terletak di Jalan Cokelat. Tepatnya, kelenteng ini terletak di ujung Jalan Cokelat, tersembunyi di antara toko-toko milik pedagang etnis Tionghoa dan bank-bank swasta. Kelenteng ini terbuka untuk umum setiap hari, mulai pukul 06.00 hingga 16.00. Kelenteng ini terletak di wilayah Surabaya Utara, yang terkenal sebagai kampung Tionghoa Surabaya. Banyak etnis Tionghoa generasi senior yang tinggal di daerah ini dan mempertahankan budaya dan tradisi mereka.

Karena kelenteng ini termasuk salah satu cagar budaya, pemerintah kota Surabaya mengadakan heritage tour setiap hari Selasa dan Jumat untuk para wisatawan asing dan pengunjung dari dalam maupun luar Surabaya yang ingin mengenal sejarah kota Surabaya. Bahkan, pemerintah kota Surabaya sendiri menyediakan shuttle bus gratis untuk kegiatan ini, yang bertolak dari House of Sampoerna. Namun, karena adanya pandemi, kegiatan ini untuk sementara ditiadakan.

Altar Dewi Kwan Im. Saat saya datang, ternyata ada perayaan Dewi Kwan Im naik ke nirwana.

Menurut pengurusnya, kelenteng ini sudah didirikan pada tahun 1830. Awalnya, bangunan ini difungsikan sebagai tempat pemberhentian sementara bagi para pendatang dari Tiongkok, sebelum akhirnya berubah fungsi menjadi tempat ibadah.

Sebagaimana rumah yang memiliki tuan rumah, kelenteng ini juga punya tuan rumah, yaitu Dewi Makco, atau dalam bahasa Mandarin disebut 天上圣母 tianshang shengmu. Beliau merupakan dewi yang menguasai tujuh samudera di dunia dan dipercaya sebagai pelindung para perantau Tionghoa yang meninggalkan tanah leluhur saat mereka bermigrasi ke tempat lain. Bahkan, Laksamana Zheng He (Cheng Ho) dipercaya membawa rupang Dewi Makco di dalam kapalnya saat beliau melakukan ekspedisi, meskipun beliau menganut agama Islam.

Pada zaman dulu, banyak perantau Tionghoa yang membawa rupang atau arca Dewi Makco agar mereka selamat dalam perjalanan menuju tempat tujuan mereka.

Selain Dewi Makco, ada 22 altar dewa lain yang ada di kelenteng ini. Di antaranya adalah altar Tuhan Yang Maha Esa, Dewi Kwan Im, Buddha Gautama, Nabi Konghucu, dan lain-lain. Meskipun kelenteng ini adalah tempat beribadah bagi umat Tridharma (Buddha, Konghucu, dan Tao), tapi umat kepercayaan lain juga diperbolehkan datang ke kelenteng ini.

Kelenteng Hok An Kiong bernaung di bawah Yayasan Sukhaloka. Di hari-hari biasa, kelenteng ini sepi pengunjung dan hanya sesekali dihadiri oleh umat yang datang bersembahyang pada tanggal 1 dan 15 kalender Imlek.

Sebaliknya, kelenteng ini sangat ramai pada saat hari-hari besar etnis Tionghoa. Sebut saja saat perayaan Imlek, festival lampion, sembahyang rebutan, dan festival kue bulan. Kelenteng akan dihiasi dengan ornamen berwarna merah yang cantik dan lilin-lilin berukuran besar. Selain itu, kelenteng juga sangat ramai ketika perayaan ulang tahun para dewa-dewi.

 

The post Kelenteng Hok An Kiong, Salah Satu Kelenteng Tertua di Surabaya appeared first on Silvia Angelina.

]]>
https://silviaangelina.com/kelenteng-hok-an-kiong-salah-satu-kelenteng-tertua-di-surabaya/feed/ 0 257
Sembahyang Rebutan dalam Tradisi Tionghoa https://silviaangelina.com/sembahyang-rebutan-dalam-tradisi-tionghoa/ https://silviaangelina.com/sembahyang-rebutan-dalam-tradisi-tionghoa/#respond Sun, 30 Aug 2020 15:56:11 +0000 https://silviaangelina.com/?p=255 Sembahyang rebutan atau sembahyang arwah (literatur lain menyebut cioko dalam dialek Hokkien) adalah salah satu ritual dalam budaya Tionghoa untuk menghormati leluhur dan orang-orang yang sudah meninggal, yang hidup sengsara dan terlantar saat mereka masih hidup. Festival ini jatuh pada tanggal 15 bulan 7 kalender Imlek. Tahun 2020 ini, festival ini jatuh pada tanggal 2… Selengkapnya »Sembahyang Rebutan dalam Tradisi Tionghoa

The post Sembahyang Rebutan dalam Tradisi Tionghoa appeared first on Silvia Angelina.

]]>
Sembahyang rebutan atau sembahyang arwah (literatur lain menyebut cioko dalam dialek Hokkien) adalah salah satu ritual dalam budaya Tionghoa untuk menghormati leluhur dan orang-orang yang sudah meninggal, yang hidup sengsara dan terlantar saat mereka masih hidup. Festival ini jatuh pada tanggal 15 bulan 7 kalender Imlek. Tahun 2020 ini, festival ini jatuh pada tanggal 2 September. Sedangkan umat Budha, penganut kepercayaan Taoisme dan Konghucu menyebutnya Festival Ulambana.

Seperti yang sudah saya tulis dalam artikel sebelumnya, pada bulan 7 kalender Imlek, masyarakat Tionghoa percaya bahwa pada bulan ini, pintu dimensi lain terbuka dan banyak arwah yang datang ke dunia, termasuk arwah leluhur yang datang mengunjungi keturunannya. Masyarakat Tionghoa akan menghormati kedatangan mereka dengan cara memberikan penghormatan di altar leluhur dan memberikan aneka buah, yang umumnya ada tiga jenis, yaitu pir, jeruk, dan apel. Ada pula yang memberikan gula, beras, dan aneka sembako lainnya ke kelenteng, didoakan dan kemudian dibagikan kepada fakir miskin yang tinggal di sekitar kelenteng, sebagai bentuk amal mereka. Itu sebabnya, mendekati upacara sembahyang arwah, biasanya kelenteng-kelenteng dipenuhi oleh aneka sembako yang disumbang dari para umat atau kertas-kertas replika yang nantinya akan dibakar untuk leluhur.

Seorang pria membakar uang replika untuk leluhurnya. Sumber: Motherland Singapore.

Masyarakat Tionghoa memiliki satu konsep yang dipegang secara turun temurun, yaitu kacang tidak boleh lupa kulitnya, air tidak boleh lupa sumbernya. Maksudnya adalah keturunan Tionghoa tidak boleh melupakan asal usul nenek moyangnya, sekalipun sudah merantau ke negara lain. Hal ini pula yang mendorong saya belajar bahasa Mandarin dan budaya Tionghoa. Penghormatan di depan altar leluhur bukan berarti menyembah orang yang sudah tiada atau ngalap berkah, melainkan sebagai tanda bahwa kita mengingat leluhur kita. Selain itu, umat Budha dan Konghucu juga mempercayai akan adanya kehidupan setelah kematian. Itulah sebabnya diadakan upacara menghormati leluhur di depan altar mereka.

Masyarakat Tionghoa juga akan membakar replika aneka benda, seperti kapal, rumah, ponsel, dll, karena mereka percaya bahwa leluhur mereka di alam lain juga membutuhkan keperluan yang sama seperti kita di dunia. Selain itu, mereka juga akan membakar replika uang. Semua ini dilakukan untuk menjaga tradisi dan budaya yang sudah berusia ribuan tahun dan sebagai bakti kepada leluhur. Mereka tak hanya memberikan penghormatan dan doa kepada arwah leluhur saja, tetapi juga arwah lainnya. Jika diibaratkan dalam budaya dan tradisi masyarakat Jawa, kurang lebih sama dengan acara tahlilan, yaitu memanjatkan doa kepada keluarga dan leluhur yang sudah meninggal mendahului kita.

Di Pulau Jawa, mungkin suasana sembahyang rebutan dan festival khas Tionghoa lainnya (kecuali perayaan Imlek dan festival kue bulan) tidak begitu terasa jika dibandingkan dengan kota-kota di luar Pulau Jawa yang didominasi etnis Tionghoa, seperti Singkawang, Pontianak, dan Medan. Hal ini sangat wajar dan lumrah, karena pada masa Orde Baru, segala sesuatu yang berhubungan dengan Tiongkok sangat dilarang oleh pemerintah dan Pulau Jawa adalah pusat pemerintahan, bahkan hingga saat ini.

Namun, sebagai etnis Tionghoa, saya merasa bahwa budaya nenek moyang sudah semestinya tetap kita lestarikan, karena tanpa mereka pun, tentu tidak akan pernah ada kita.

The post Sembahyang Rebutan dalam Tradisi Tionghoa appeared first on Silvia Angelina.

]]>
https://silviaangelina.com/sembahyang-rebutan-dalam-tradisi-tionghoa/feed/ 0 255
Festival Hantu dalam Kebudayaan Tionghoa https://silviaangelina.com/festival-hantu-dalam-kebudayaan-tionghoa/ https://silviaangelina.com/festival-hantu-dalam-kebudayaan-tionghoa/#respond Thu, 20 Aug 2020 04:21:33 +0000 https://silviaangelina.com/?p=238 Dalam tradisi dan kepercayaan etnis Tionghoa, hari kelima belas bulan ketujuh dalam kalender bulan dikenal sebagai Festival Hantu, atau 中元节 zhongyuan jie. Tahun 2020 ini, Festival Hantu jatuh pada tanggal 2 September. Dalam literatur lain, festival ini juga dikenal sebagai Festival Ulambana. Menurut legenda dan kepercayaan kuno, pintu neraka akan terbuka pada bulan hantu, yaitu… Selengkapnya »Festival Hantu dalam Kebudayaan Tionghoa

The post Festival Hantu dalam Kebudayaan Tionghoa appeared first on Silvia Angelina.

]]>
Dalam tradisi dan kepercayaan etnis Tionghoa, hari kelima belas bulan ketujuh dalam kalender bulan dikenal sebagai Festival Hantu, atau 中元节 zhongyuan jie. Tahun 2020 ini, Festival Hantu jatuh pada tanggal 2 September. Dalam literatur lain, festival ini juga dikenal sebagai Festival Ulambana.

Menurut legenda dan kepercayaan kuno, pintu neraka akan terbuka pada bulan hantu, yaitu bulan ketujuh kalender bulan, yang ternyata tahun ini awal bulan ketujuh kalender bulan bertepatan dengan malam satu Suro (19 Agustus 2020). Wew, kebetulan sekali, ya. Karena pintu neraka terbuka, maka arwah-arwah dari alam lain akan datang ke dunia ini untuk mengunjungi keluarga mereka di rumah. Masyarakat Tionghoa pada zaman dulu akan memberikan sesaji kepada mereka. Namun, sesaji ini diberikan bukan untuk menyembah para arwah, melainkan untuk menghormati mereka yang sudah meninggal. Bagaimanapun juga, para arwah ini dulunya adalah manusia yang pernah hidup di dunia. Pada saat festival ini, umumnya kelenteng-kelenteng akan mengadakan sembahyang rebutan, yaitu upacara untuk menghormati para arwah.

 

Aktivitas yang Dilakukan Selama Bulan Hantu

Masyarakat Tionghoa yang menganut kepercayaan Konghucu dan Taoisme umumnya akan membakar dupa, uang-uangan kertas dan aneka sesaji untuk menghormati para arwah. Mungkin kegiatan ini tak begitu terasa di Indonesia. Namun, saya beberapa tahun lalu pernah pergi ke Singapura bertepatan saat bulan arwah. Saat itu, saya mendapati bahwa banyak guest house di Singapura yang banting harga selama bulan arwah. Demikian pula dengan tiket pesawat. Saat saya berjalan menyusuri jalan-jalan dimana etnis Tionghoa bermukim, seperti di Chinatown, Aljunied, Ang Mo Kio, dll, saya melihat banyak sesaji yang diletakkan di pinggir jalan. Saya juga mencium bau dupa yang cukup menyengat dari beberapa depot dan toko yang saya lewati. Bahkan, saya juga diingatkan oleh resepsionis hotel untuk tidak kembali terlalu malam jika tidak ada keperluan mendesak.

Salah satu kelenteng yang ada di Singapura saat itu juga mengadakan layar tancap. Saya tidak datang ke sana, tapi menurut penuturan resepsionis hotel, bangku deret pertama sengaja dikosongkan dan orang-orang tidak diizinkan untuk duduk di sana. Tempat duduk deret pertama itu khusus untuk para arwah yang diyakini juga turut menonton pertunjukan. Semacam kursi VIP, begitu deh.

 

Perayaan festival hantu di Singapura. Sumber: Motherland SIngapore.

Hal-hal yang Tabu Dilakukan Selama Bulan Hantu

Sama seperti kultur dan budaya bangsa lain, masyarakat Tionghoa juga mempercayai ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama bulan hantu. Meski kita hidup di zaman modern, tapi memang kenyataannya masih ada sebagian orang yang mempercayainya. Hal ini tidak perlu diperdebatkan, cukuplah bagi kita untuk sekadar tahu saja.

Menurut legenda, anak kecil, manula, dan orang-orang yang sensitif (seperti memiliki mata batin atau indra keenam) disarankan untuk tidak berada di luar rumah hingga larut malam, karena energi dari makhluk tak kasat mata ini mencapai puncaknya pada bulan hantu. Orang-orang juga disarankan untuk tidak bersiul pada malam hari, karena itu artinya memanggil mereka yang tak terlihat oleh mata manusia biasa. Ada pula yang mengatakan agar kita tidak berenang atau mendekat ke wilayah yang berair, seperti pantai, karena diyakini ‘mereka’ berada di sana.

Bagi orang-orang yang memiliki keluarga yang sudah meninggal, mereka biasanya juga akan berdoa kepada arwah leluhur mereka di bulan hantu ini. Beberapa orang ada yang hanya memakan sayuran selama bulan ini. Bahkan, upacara pernikahan juga tabu untuk dirayakan selama bulan ini.

Terlepas dari apakah kita percaya atau tidak, tapi hal ini adalah bagian dari budaya nenek moyang kita pada zaman dahulu yang masih dilestarikan oleh beberapa kalangan hingga saat ini.

The post Festival Hantu dalam Kebudayaan Tionghoa appeared first on Silvia Angelina.

]]>
https://silviaangelina.com/festival-hantu-dalam-kebudayaan-tionghoa/feed/ 0 238
Festival Qixi, Hari Valentine Masyarakat Tionghoa https://silviaangelina.com/festival-qixi-hari-valentine-masyarakat-tionghoa/ https://silviaangelina.com/festival-qixi-hari-valentine-masyarakat-tionghoa/#comments Sun, 16 Aug 2020 07:06:48 +0000 https://silviaangelina.com/?p=201 Kalau budaya Barat mengenal tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang, sebenarnya masyarakat Tionghoa juga mempunyai sejarah dan budaya tentang hari kasih sayang versi mereka sendiri. Festival ini dikenal sebagai Festival Qixi [七夕节], yang jatuh setiap tanggal tujuh bulan ketujuh kalender bulan. Setiap tahunnya, festival ini jatuh sekitar pada bulan Agustus. Tahun 2020 ini Festival… Selengkapnya »Festival Qixi, Hari Valentine Masyarakat Tionghoa

The post Festival Qixi, Hari Valentine Masyarakat Tionghoa appeared first on Silvia Angelina.

]]>
Kalau budaya Barat mengenal tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang, sebenarnya masyarakat Tionghoa juga mempunyai sejarah dan budaya tentang hari kasih sayang versi mereka sendiri. Festival ini dikenal sebagai Festival Qixi [七夕节], yang jatuh setiap tanggal tujuh bulan ketujuh kalender bulan. Setiap tahunnya, festival ini jatuh sekitar pada bulan Agustus. Tahun 2020 ini Festival Qixi jatuh pada tanggal 25 Agustus. Namun, perayaannya sendiri dirayakan pada malam sebelumnya, yaitu 24 Agustus. Selain di Tiongkok, festival ini juga dirayakan di Jepang, Korsel, dan Vietnam. Di Jepang, festival ini dikenal sebagai Festival Tanabata, atau Festival Bintang.  

Asal Usul Festival Qixi

Membicarakan Festival Qixi, tentu tak lengkap jika tidak mengetahui sejarah dan asal usulnya. Pada zaman kuno, ada seorang pemuda yang hidup sebagai penggembala sapi. Pemuda tersebut dikenal sebagai Niulang. Ia mempunyai seekor sapi tua yang sudah sakit-sakitan. Suatu ketika, Niulang membawa sapinya ke sebuah danau dan mendadak sapi tersebut berkata kepadanya bahwa ada seorang dewi dari nirwana yang akan datang dan mandi di danau tersebut.

Ketika dewi dari nirwana tersebut turun dan mandi di danau, Niulang jatuh cinta dengan kecantikannya. Dewi tersebut bernama Zhinv, yang dikenal sangat mahir menenun. Tak lama kemudian, keduanya pun akhirnya jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah. Mereka hidup bahagia dan dikaruniai dua orang putra yang lucu dan sehat.

Sayang, pernikahan terlarang antara manusia dan makhluk abadi tersebut tak berlangsung lama karena diketahui oleh ibu Zhinv, Xiwangmu, lantaran Zhinv tak kunjung kembali ke nirwana. Xiwangmu yang murka memerintahkan para prajurit surgawi menjemput paksa Zhinv. Melihat Zhinv yang bersikeras tidak ingin kembali, Xiwangmu akhirnya mencabut hiasan rambutnya dan melemparkannya ke arah Niulang. Di antara Niulang dan Zhinv terbentuklah sebuah sungai yang besar dan lebar, yang dikenal sebagai Galaksi Bimasakti. Seketika itu juga, Zhinv terpisah dari Niulang dan kedua putranya dan kembali ke nirwana. Baik Niulang maupun Zhinv hanya bisa saling memandang dari masing-masing tepi Bimasakti.

Sekelompok burung murai yang kasihan dan terharu melihat cinta mereka berdua akhirnya membentuk sebuah jembatan yang menghubungkan keduanya, agar mereka bisa bertemu di tengah jembatan. Zhinv dan Niulang akhirnya diizinkan Xiwangmu bertemu setahun sekali, yaitu pada tanggal tujuh bulan tujuh kalender bulan. Selain itu, pada saat itulah bintang Vega dan Altair, yang melambangkan keduanya, bersinar terang di langit malam, yang dipisahkan oleh Galaksi Bimasakti.

Bintang Vega dan Altair di langit malam, yang dipisahkan oleh Galaksi Bimasakti. Sumber: http://martabreto.com

Perayaan Qixi di Tiongkok

Pada malam festival Qixi, para gadis di Tiongkok akan memanjatkan doa ke arah bulan agar mereka dikaruniai calon suami yang baik. Dalam kepercayaan masyarakat Tiongkok, bulan adalah simbol keberuntungan bagi para gadis yang belum menikah. Mereka percaya bahwa bulan adalah perlambang Yuelao, salah satu dewa yang dipercaya dalam kepercayaan Taoisme yang mengatur jodoh dan pernikahan manusia. Yuelao digambarkan sebagai seorang pria tua baik hati dengan janggut putih dan panjang. Beliau memegang tongkat di tangan kanannya dan buku perjodohan di tangan kirinya (beberapa literatur kuno menyebut buku pernikahan).

Pada zaman dahulu, para gadis muda di Tiongkok akan keluar dari rumah mereka masing-masing, menikmati keindahan lentera berwarna-warni di sepanjang jalan, menebak teka-teki, dan jika beruntung, mereka akan bertemu dan berkenalan dengan pria yang kelak akan menjadi jodoh mereka. Mereka juga akan menikmati kue qixi, yang hingga saat ini masih sangat populer di Shanghai, Shaoxing, dan daerah-daerah di sekitarnya. Para gadis juga akan bertukar kado dengan pria yang disukainya.

Nah, sekarang sudah tahu, kan, mengenai Festival Qixi. Manfaatkan momen ini untuk mengungkapkan cinta kepada gebetanmu, ya!

The post Festival Qixi, Hari Valentine Masyarakat Tionghoa appeared first on Silvia Angelina.

]]>
https://silviaangelina.com/festival-qixi-hari-valentine-masyarakat-tionghoa/feed/ 2 201
Menembus Pasar Internasional: Be a Specialist! https://silviaangelina.com/menembus-pasar-internasional-be-a-specialist/ https://silviaangelina.com/menembus-pasar-internasional-be-a-specialist/#respond Wed, 22 Jul 2020 04:18:58 +0000 https://silviaangelina.com/?p=173 Bagi seorang penerjemah, bisa bekerja sama dengan agensi maupun klien langsung dari luar negeri merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Siapa yang tidak mau jika bisa mendapatkan penghasilan yang lebih baik, apalagi kalau klien sering repeat order, bahkan dikontrak untuk proyek jangka panjang? Ditambah lagi, pengalaman tersebut bisa mempercantik CV sekaligus menambah rasa percaya diri kita. Namun,… Selengkapnya »Menembus Pasar Internasional: Be a Specialist!

The post Menembus Pasar Internasional: Be a Specialist! appeared first on Silvia Angelina.

]]>
Bagi seorang penerjemah, bisa bekerja sama dengan agensi maupun klien langsung dari luar negeri merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Siapa yang tidak mau jika bisa mendapatkan penghasilan yang lebih baik, apalagi kalau klien sering repeat order, bahkan dikontrak untuk proyek jangka panjang? Ditambah lagi, pengalaman tersebut bisa mempercantik CV sekaligus menambah rasa percaya diri kita.

Namun, apakah semudah itu mendapatkan proyek atau klien dari luar negeri? Tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh usaha, doa, waktu yang tidak sebentar, dan mungkin saja faktor keberuntungan juga berpengaruh di sini.

Jika kita ingin mendapatkan proyek atau klien dari luar negeri, maka kita harus menjadi seorang penerjemah yang spesialis. Apa maksudnya? Maksudnya, kita haruslah seorang yang ahli dalam suatu bidang tertentu. Misalkan, kita sangat menguasai atau berpengalaman menerjemahkan dokumen otomotif, maka, jika kita ingin mendapatkan proyek terjemahan dari luar negeri, kita harus fokus ke bidang otomotif dan sangat disarankan untuk tidak menerima proyek terjemahan di luar bidang tersebut. Dengan demikian, keahlian kita tersebut dianggap nilai plus di mata klien.

Berdasarkan pengalaman saya, agensi dan klien dari luar negeri lebih menyukai penerjemah yang spesialis daripada yang generalis. Alasannya karena penerjemah yang spesialis diyakini lebih serius dan lebih memahami terminologi di bidang yang dikuasainya.

Itulah sebabnya mengapa saat saya mengirimkan CV ke beberapa agensi di luar negeri, saya tak kunjung mendapatkan balasan. Hingga akhirnya pada suatu ketika, saya mendapatkan surel dari seorang project manager dari salah satu agensi di Australia yang kurang lebih bunyinya:

Silvia, terima kasih atas surel Anda. Saat mempertimbangkan CV Anda, saya melihat bahwa Anda punya pengalaman di beberapa bidang. Apakah Anda bisa memfokuskan diri untuk menerjemahkan di satu atau dua bidang yang Anda kuasai atau yang Anda sukai saja? Ini sangat penting untuk kelangsungan karier Anda, sehingga Anda akan mendapatkan poin plus dan pengalaman Anda bisa lebih mendalam. Jujur saja, saya juga tidak tahu hendak memberikan Anda proyek terjemahan yang seperti apa jika pengalaman kerja Anda bervariasi. Harap Anda pertimbangkan.

Deg! Jantung saya terasa seperti berhenti berdetak ketika membaca surel tersebut. Dari situ saya mulai memahami mengapa lamaran saya yang lain tidak kunjung mendapat balasan, yaitu karena saya tidak fokus kepada satu bidang.

Memang, saya menyukai novel, komik, film, dan gim. Saya ingin mengerjakan semuanya. Namun, pada akhirnya, saya tidak boleh serakah dan tetap harus memilih bidang mana yang hendak saya lakukan. Akhirnya, saya memutuskan untuk memilih gim. Alasannya sederhana, karena memang saya suka.

Saya dibesarkan di lingkungan keluarga yang didominasi pria. Boleh dikatakan saya juga sering memainkan gim saat saya masih kecil, meski frekuensinya tidak sesering para sepupu laki-laki saya. Saya memainkan game NES (Nintendo Entertainment System) yang populer di zaman itu, yang mana satu perangkat lengkap gim konsol terdiri dari berbagai macam permainan yang seru. Sebut saja seperti Mario Bros, Mappy, Pac-Man, Donkey Kong, dll. Jadi, jika saya memilih untuk menerjemahkan gim, saya seakan kembali ke masa kecil saya, meski gim di zaman modern ini sudah berbeda jauh dengan NES yang super jadul.

Saat diwawancarai untuk proyek penerjemahan gim, talent hunter yang mewawancarai saya via Zoom saat itu bertanya apa gim yang pernah saya mainkan? Saya sebutkan judul-judul gim di atas dan saya memperhatikan beliau tampak takjub. Mungkin beliau berpikir game tahun berapa yang saya mainkan itu? Memang tidak dipungkiri NES sangat populer di zamannya. Hampir semua anak laki-laki pasti pernah memainkannya.

Atau beliau juga bisa menebak usia saya yang sebenarnya dari jawaban saya. Hahaha … saya jadi malu kalau mengingatnya. Meski pada akhirnya kami mencapai kata sepakat, saya bersyukur dengan kehadiran dan kenangan saya akan gim NES setidaknya membuka peluang kerja untuk saya saat ini. Setidaknya saya masih bisa menjawab saat ditanya pertanyaan-pertanyaan seputar gim.

Namun, meski saya suka bermain gim, saya sama sekali tidak berkeinginan menjadi pemain gim profesional seperti Jess No Limit atau Kimi Hime.

Karena saya seorang freelancer, saya tidak mendapat kesempatan untuk mencoba gim yang saya terjemahkan. Namun, buat saya pribadi, hal itu bukan masalah besar. Saya bangga akan pilihan saya. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik dari pekerjaan yang saya lakukan dan dinikmati oleh banyak orang pada akhirnya.

The post Menembus Pasar Internasional: Be a Specialist! appeared first on Silvia Angelina.

]]>
https://silviaangelina.com/menembus-pasar-internasional-be-a-specialist/feed/ 0 173
Serunya Nonton Wayang Potehi, Sebuah Kebudayaan Tionghoa Kuno yang Hampir Punah https://silviaangelina.com/serunya-nonton-wayang-potehi-sebuah-kebudayaan-tionghoa-kuno-yang-hampir-punah/ https://silviaangelina.com/serunya-nonton-wayang-potehi-sebuah-kebudayaan-tionghoa-kuno-yang-hampir-punah/#comments Tue, 14 Jul 2020 07:48:06 +0000 https://silviaangelina.com/?p=165 Siang yang terik saat itu menunjukkan hampir pukul 13.00 WIB. Ditemani oleh suami, saya masuk ke area Kelenteng Hong Tek Hian, di Jalan Dukuh, Surabaya. Karena terletak di Jalan Dukuh, kelenteng ini juga disebut sebagai Kelenteng Dukuh oleh masyarakat sekitar. Kelenteng ini merupakan salah satu kelenteng tertua di kota Pahlawan. Lokasinya tak jauh dari sebuah… Selengkapnya »Serunya Nonton Wayang Potehi, Sebuah Kebudayaan Tionghoa Kuno yang Hampir Punah

The post Serunya Nonton Wayang Potehi, Sebuah Kebudayaan Tionghoa Kuno yang Hampir Punah appeared first on Silvia Angelina.

]]>
Siang yang terik saat itu menunjukkan hampir pukul 13.00 WIB. Ditemani oleh suami, saya masuk ke area Kelenteng Hong Tek Hian, di Jalan Dukuh, Surabaya. Karena terletak di Jalan Dukuh, kelenteng ini juga disebut sebagai Kelenteng Dukuh oleh masyarakat sekitar. Kelenteng ini merupakan salah satu kelenteng tertua di kota Pahlawan. Lokasinya tak jauh dari sebuah tempat legendaris zaman penjajahan, yaitu Jembatan Merah.

Lokasi kelenteng ini memang di jalan raya, tenggelam di antara keramaian dan padatnya toko-toko yang ada di sekitarnya. Namun, tujuan saya datang ke kelenteng ini bukanlah untuk bersembahyang, melainkan untuk menonton pertunjukan wayang Potehi. Kebetulan saya mengenal istri salah satu pengurus di kelenteng ini, dan dari beliaulah saya mendapatkan informasi bahwa di kelenteng ini mengadakan pertunjukan wayang Potehi.

Wayang Potehi diyakini berasal dari Tiongkok bagian selatan dan dibawa oleh leluhur etnis Tionghoa zaman dulu ke Indonesia. Sayangnya, karena kebijakan pemerintah di masa lalu yang melarang pertunjukan semua kebudayaan Tionghoa, membuat tak banyak generasi muda etnis Tionghoa yang mengenal wayang ini. Jangankan mengenal, mendengarnya pun pasti sudah membuat generasi muda mengerutkan dahi. Bahkan, pada saat saya datang pun, semua pemainnya berasal dari suku non Tionghoa. Meski begitu, mereka tampak cakap saat memainkannya, karena sudah terbiasa melakukannya bertahun-tahun

Terdengar suara genderang dan alat musik tradisional lain yang ditabuh sebagai tanda awal acara. Sesekali tercium bau harum dupa dari umat yang datang bersembahyang. Penontonnya tentu saja hanya kami berdua, tak ada yang lain. Namun, para pengurus yang ada di sana saat itu mengatakan bahwa sebenarnya yang menonton bukan hanya kami berdua, melainkan juga para dewa. Karena sejatinya pertunjukan ini dipersembahkan untuk para dewa. Pertunjukan wayang Potehi ini diadakan setiap hari mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Baik ada maupun tidak ada penonton, pertunjukannya akan tetap terus diadakan. Namun, pengurus kelenteng juga mengatakan bahwa umat kelenteng yang memiliki hajat tertentu dan dikabulkan para dewa juga bisa meminta pertunjukan wayang Potehi ini diadakan secara khusus sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada para dewa.

Tidak ada biaya sama sekali untuk menikmati pertunjukan wayang Potehi ini. Orang luar pun yang bukan pemeluk agama Konghucu maupun Taoisme juga diizinkan datang untuk menonton.

Wayang potehi adalah wayang yang dimainkan dengan boneka kain, sebagaimana pertunjukan panggung boneka di zaman modern. Para pemain memasukkan jari-jari mereka pada bagian bawah boneka kain. Pada umumnya, ceritanya berkisah mengenai kepahlawanan, seperti Sun Gokong, atau Sam Kok, atau cerita lain yang terjadi pada masa kuno. Selama dua jam menontonnya, saya sangat menikmati dan terhibur, meskipun saya tidak begitu memahami narasi dan dialog yang diucapkan oleh dalangnya, karena menggunakan dialek Hokkien. Sedangkan saya tidak mengerti dialek Hokkien, meski leluhur saya juga berasal dari sana.

Sayang sekali, seiring dengan perkembangan zaman dan efek dari kebijakan pemerintah di masa lalu, membuat kebudayaan Tionghoa semakin menghilang. Wayang Potehi hanya dianggap sebagai budaya masa lalu yang tidak selaras dengan perkembangan zaman.

The post Serunya Nonton Wayang Potehi, Sebuah Kebudayaan Tionghoa Kuno yang Hampir Punah appeared first on Silvia Angelina.

]]>
https://silviaangelina.com/serunya-nonton-wayang-potehi-sebuah-kebudayaan-tionghoa-kuno-yang-hampir-punah/feed/ 2 165
Dragon Raja, Video Gim yang Patut Kamu Jajal di Tahun 2020! https://silviaangelina.com/dragon-raja-video-gim-yang-patut-kamu-jajal-di-tahun-2020/ https://silviaangelina.com/dragon-raja-video-gim-yang-patut-kamu-jajal-di-tahun-2020/#respond Sat, 13 Jun 2020 05:24:05 +0000 https://silviaangelina.com/?p=157 Beberapa saat yang lalu, beberapa teman penerjemah Mandarin-Indonesia untuk video gim mengajak saya untuk memainkan video gim Dragon Raja, yang diproduksi oleh Loong Entertainment, Archosaur Games, dan Tencent Games. Tujuan mereka bermain gim ini dan mengajak saya semata-mata hanyalah untuk bersenang-senang dan mengakrabkan diri, mengingat lokasi kami berjauhan, serta berlatih membentuk teamwork yang solid. Bukankah… Selengkapnya »Dragon Raja, Video Gim yang Patut Kamu Jajal di Tahun 2020!

The post Dragon Raja, Video Gim yang Patut Kamu Jajal di Tahun 2020! appeared first on Silvia Angelina.

]]>
Beberapa saat yang lalu, beberapa teman penerjemah Mandarin-Indonesia untuk video gim mengajak saya untuk memainkan video gim Dragon Raja, yang diproduksi oleh Loong Entertainment, Archosaur Games, dan Tencent Games. Tujuan mereka bermain gim ini dan mengajak saya semata-mata hanyalah untuk bersenang-senang dan mengakrabkan diri, mengingat lokasi kami berjauhan, serta berlatih membentuk teamwork yang solid. Bukankah lebih seru, menyenangkan, dan nyaman bermain dengan teman sendiri, ketimbang bermain bersama orang asing yang kita tidak kenal jelas, mengingat kasus penipuan dalam gim daring juga sangat tinggi? Namun, kami juga tidak menolak anggota baru untuk bergabung, asalkan kami sudah pernah mengenalnya sebelumnya di dunia nyata, atau anggota baru yang direkomendasikan atau diajak oleh salah satu anggota dalam klub kami.

Video gim ini diadaptasi dari novel karya Jiang Nan, seorang penulis novel fantasi dari Tiongkok. (Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Dragon_Raja_(Chinese_novels)). Selain itu, Jiang Nan juga menulis novel Novoland: Eagle Flag, yang juga diadaptasi ke drama serial dan menuai kesuksesan.

Video gim ini dirilis secara resmi untuk kawasan Asia Tenggara pada bulan Mei 2020 lalu. Saat saya menjajal gim ini, saya langsung dibuat jatuh hati oleh grafisnya yang sangat halus dan bagus, suara para voice over dengan artikulasi bahasa Inggris yang mumpuni, jalan cerita yang menarik, suara alam yang alami (bahkan suara deburan ombak dan rintik hujan terdengar alami dan jelas), serta aneka mini games yang seru untuk dijajal, baik sendirian atau bersama teman dalam satu klub. Terlebih saya sangat menyukai budaya Asia Timur, maka setting Tokyo, bunga sakura, bahkan desain kimono yang dipakai para karakternya juga terlihat sangat elegan.

Buku harian dalam Dragon Raja. Sumber: koleksi pribadi.

Karena tingkat kualitas gim ini sangat bagus, aplikasi gim ini menghabiskan banyak tempat di ponsel, yaitu sekitar 6GB dengan RAM 4! Namun, tidak perlu khawatir, karena kamu tidak akan kecewa dengan kualitas yang diberikan. Kamu juga bisa memainkannya di PC atau laptop, dengan bantuan emulator.

Menariknya lagi, kamu bisa memodifikasi karakter gim yang sudah kamu pilih sesuai dengan keinginanmu. Mulai dari menentukan bentuk dan warna mata, rambut, ukuran bahu, lengan, perut, tebal tipisnya alis, bahkan, untuk karakter perempuan, kamu juga bisa menentukan warna perona mata dan gincu, sehingga karaktermu terlihat unik dan menarik!

Desain kimono para karakter yang unik dan menarik. Sumber: koleksi pribadi.

Hal lain yang tidak kalah menariknya adalah kamu bisa menentukan profesi karaktermu. Entah itu menjadi bintang (penyanyi dan penari), chef, atau membuka toko. Terdapat misi harian dan misi utama yang harus kamu selesaikan saat memainkan gim ini. Selain itu, terdapat fitur kamera yang bisa kamu pakai untuk memotret karaktermu di tempat yang kamu suka dan membagikan foto tersebut ke akun sosial mediamu secara langsung (sementara ini hanya Facebook yang mendukung fitur ini). Kamu juga bisa menyimpan hasil fotomu ke ponsel atau PC-mu dan membagikannya ke akun sosial mediamu secara manual.

Dalam gim ini kamu juga bisa menambahkan teman dan bisa melihat postingan mereka melalui fitur Moment. Karena gim ini juga diproduksi oleh Tencent Games, fitur Moment di sini sama persis dengan fitur Moment yang tersedia di aplikasi perpesanan instan WeChat, yang digunakan oleh masyarakat di Tiongkok sebagai sarana komunikasi mereka.

Masih banyak fitur lain yang tidak kalah menariknya untuk kamu jajal di gim ini. Jika kamu pecinta gim atau pemain gim sejati, gim ini sangat layak untuk kamu coba!

The post Dragon Raja, Video Gim yang Patut Kamu Jajal di Tahun 2020! appeared first on Silvia Angelina.

]]>
https://silviaangelina.com/dragon-raja-video-gim-yang-patut-kamu-jajal-di-tahun-2020/feed/ 0 157
Serunya Virtual LocLunch China Edition https://silviaangelina.com/serunya-virtual-loclunch-china-edition/ https://silviaangelina.com/serunya-virtual-loclunch-china-edition/#respond Tue, 02 Jun 2020 08:28:51 +0000 https://silviaangelina.com/?p=145 Hari Sabtu, 30 Mei 2020 lalu saya hadir dalam pertemuan virtual Loclunch, sebuah lembaga internasional yang bergerak di bidang penerjemahan dan pelokalan. Acara ini diadakan pukul 14.00 hingga pukul 16.00 WIB. Pertemuan virtual melalui Zoom ini membahas mengenai pelokalan (penerjemahan) video gim dan dihadiri 12 peserta dari berbagai negara, yaitu Tiongkok, Indonesia, Rusia, Vietnam, dan… Selengkapnya »Serunya Virtual LocLunch China Edition

The post Serunya Virtual LocLunch China Edition appeared first on Silvia Angelina.

]]>
Hari Sabtu, 30 Mei 2020 lalu saya hadir dalam pertemuan virtual Loclunch, sebuah lembaga internasional yang bergerak di bidang penerjemahan dan pelokalan. Acara ini diadakan pukul 14.00 hingga pukul 16.00 WIB. Pertemuan virtual melalui Zoom ini membahas mengenai pelokalan (penerjemahan) video gim dan dihadiri 12 peserta dari berbagai negara, yaitu Tiongkok, Indonesia, Rusia, Vietnam, dan Singapura. Menariknya, hanya saya sendiri peserta dari Indonesia. Para peserta ini adalah penerjemah, penyunting, ahli bahasa, dan perwakilan dari agensi terjemahan di Tiongkok.

Poster resmi LocLunch China Edition. Sumber: Marcello Lavorgna.

Acara ini dipandu oleh Marcello Lavorgna, seorang duta besar Loclunch. Setelah sesi perkenalan masing-masing peserta selama kurang lebih 20 menit, kami mulai membahas beberapa diskusi mengenai penerjemahan video gim dan apa syarat dan kiat menjadi penerjemah video gim.

Ada dua pengembang besar video gim di Tiongkok, yaitu Tencent Games dan NetEase Games. Salah satu produk video game Tencent yang terkenal adalah Chicken Dinner PUBG, yang dimainkan di ponsel. Banyak teman saya di Tiongkok yang kecanduan memainkan game ini. Sedangkan salah satu produk video game NetEase yang terkenal adalah Ragnarok Online, yang tentu sudah tidak asing lagi bagi pecinta video gim di Indonesia.

Syarat utama menjadi seorang penerjemah video gim adalah gamer itu sendiri, karena dianggap lebih memahami terminologi dalam gim, seperti DMG, PvP, DPS, DPM, dll. Selain itu, agensi penerjemahan lebih menyukai seorang penerjemah yang khusus spesialisasinya menerjemahkan gim, karena dianggap lebih bisa fokus dan konsentrasi. Terlebih menerjemahkan video gim dari bahasa Mandarin sangat menguras otak dan terminologinya jauh lebih rumit daripada bahasa Inggris, sehingga harus memiliki keahlian bahasa Mandarin dan Indonesia yang mendalam. Mungkin untuk sebagian orang, bermain video gim hanya membuang waktu. Namun, bagi seorang penerjemah gim, bermain video gim justru membuka peluang pekerjaan bagi mereka.

Terlebih video gim juga mempunyai banyak genre. Contohnya RPG, MMORPG, sosial, petualangan, strategi, olahraga, dll, sehingga penerjemah video gim bisa memilih genre mana yang mereka sukai atau kuasai.

Jika belum menentukan genre video gim apa yang kita sukai, kita bisa mencoba memainkan masing-masing genre, entah itu gim di komputer atau di ponsel pintar.

Saya sendiri pernah memainkan beberapa gim sebelumnya, meski bukan seorang maniak gim. Adapun gim yang pernah saya mainkan adalah Minecraft, The Sims, Plants vs Zombie, dan Angry Birds. Saya lebih menyukai permainan yang single player daripada tim, karena tidak perlu bergantung dengan orang lain. Namun, beberapa waktu yang lalu saya sempat direkomendasikan oleh salah seorang penerjemah senior untuk bermain Dragon Nest. Video gim ini sangat terkenal di Korea Selatan. Saya tak sengaja bergabung dengan tim yang kompak dan seru, sehingga masing-masing anggota saling mendukung satu sama lain. Umumnya, para anggota tim ini berasal dari Filipina, sehingga mengharuskan saya berkomunikasi dengan mereka dalam bahasa Inggris, meski ada beberapa pemain yang berasal dari Indonesia dan Thailand.

Karena kesibukan pekerjaan, saya sudah lama tidak bermain gim selama beberapa tahun dan kembali bermain gim tersebut karena tuntutan pekerjaan. Saya saat ini sedang mengerjakan proyek penerjemahan video gim dari bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia, maka mau tak mau saya harus memainkan dan mensimulasikannya. Dengan kata lain, supaya saya lebih menjiwai, sehingga proses penerjemahan lebih mudah dilakukan. Perwakilan dari pihak agensi juga menyarankan demikian.

Setelah mengikuti kegiatan ini, saya tertarik ingin ikut webinar Loclunch berikutnya, karena bisa memberikan kepada saya banyak ilmu dan pengalaman. Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan bergabung dan berdiskusi dalam acara ini.

Jika kamu tertarik menjadi penerjemah video gim, adapun persyaratan secara umum adalah sebagai berikut:

Persyaratan umum sebagai penerjemah video gim. Sumber: TranslatorCafe

The post Serunya Virtual LocLunch China Edition appeared first on Silvia Angelina.

]]>
https://silviaangelina.com/serunya-virtual-loclunch-china-edition/feed/ 0 145