Festival Qixi, Hari Valentine Masyarakat Tionghoa

Kalau budaya Barat mengenal tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang, sebenarnya masyarakat Tionghoa juga mempunyai sejarah dan budaya tentang hari kasih sayang versi mereka sendiri. Festival ini dikenal sebagai Festival Qixi [七夕节], yang jatuh setiap tanggal tujuh bulan ketujuh kalender bulan. Setiap tahunnya, festival ini jatuh sekitar pada bulan Agustus. Tahun 2020 ini Festival Qixi jatuh pada tanggal 25 Agustus. Namun, perayaannya sendiri dirayakan pada malam sebelumnya, yaitu 24 Agustus. Selain di Tiongkok, festival ini juga dirayakan di Jepang, Korsel, dan Vietnam. Di Jepang, festival ini dikenal sebagai Festival Tanabata, atau Festival Bintang.

Asal Usul Festival Qixi

Membicarakan Festival Qixi, tentu tak lengkap jika tidak mengetahui sejarah dan asal usulnya. Pada zaman kuno, ada seorang pemuda yang hidup sebagai penggembala sapi. Pemuda tersebut dikenal sebagai Niulang. Ia mempunyai seekor sapi tua yang sudah sakit-sakitan. Suatu ketika, Niulang membawa sapinya ke sebuah danau dan mendadak sapi tersebut berkata kepadanya bahwa ada seorang dewi dari nirwana yang akan datang dan mandi di danau tersebut.

Ketika dewi dari nirwana tersebut turun dan mandi di danau, Niulang jatuh cinta dengan kecantikannya. Dewi tersebut bernama Zhinv, yang dikenal sangat mahir menenun. Tak lama kemudian, keduanya pun akhirnya jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah. Mereka hidup bahagia dan dikaruniai dua orang putra yang lucu dan sehat.

Sayang, pernikahan terlarang antara manusia dan makhluk abadi tersebut tak berlangsung lama karena diketahui oleh ibu Zhinv, Xiwangmu, lantaran Zhinv tak kunjung kembali ke nirwana. Xiwangmu yang murka memerintahkan para prajurit surgawi menjemput paksa Zhinv. Melihat Zhinv yang bersikeras tidak ingin kembali, Xiwangmu akhirnya mencabut hiasan rambutnya dan melemparkannya ke arah Niulang. Di antara Niulang dan Zhinv terbentuklah sebuah sungai yang besar dan lebar, yang dikenal sebagai Galaksi Bimasakti. Seketika itu juga, Zhinv terpisah dari Niulang dan kedua putranya dan kembali ke nirwana. Baik Niulang maupun Zhinv hanya bisa saling memandang dari masing-masing tepi Bimasakti.

Sekelompok burung murai yang kasihan dan terharu melihat cinta mereka berdua akhirnya membentuk sebuah jembatan yang menghubungkan keduanya, agar mereka bisa bertemu di tengah jembatan. Zhinv dan Niulang akhirnya diizinkan Xiwangmu bertemu setahun sekali, yaitu pada tanggal tujuh bulan tujuh kalender bulan. Selain itu, pada saat itulah bintang Vega dan Altair, yang melambangkan keduanya, bersinar terang di langit malam, yang dipisahkan oleh Galaksi Bimasakti.

Bintang Vega dan Altair di langit malam, yang dipisahkan oleh Galaksi Bimasakti. Sumber: http://martabreto.com

Perayaan Qixi di Tiongkok

Pada malam festival Qixi, para gadis di Tiongkok akan memanjatkan doa ke arah bulan agar mereka dikaruniai calon suami yang baik. Dalam kepercayaan masyarakat Tiongkok, bulan adalah simbol keberuntungan bagi para gadis yang belum menikah. Mereka percaya bahwa bulan adalah perlambang Yuelao, salah satu dewa yang dipercaya dalam kepercayaan Taoisme yang mengatur jodoh dan pernikahan manusia. Yuelao digambarkan sebagai seorang pria tua baik hati dengan janggut putih dan panjang. Beliau memegang tongkat di tangan kanannya dan buku perjodohan di tangan kirinya (beberapa literatur kuno menyebut buku pernikahan).

Pada zaman dahulu, para gadis muda di Tiongkok akan keluar dari rumah mereka masing-masing, menikmati keindahan lentera berwarna-warni di sepanjang jalan, menebak teka-teki, dan jika beruntung, mereka akan bertemu dan berkenalan dengan pria yang kelak akan menjadi jodoh mereka. Mereka juga akan menikmati kue qixi, yang hingga saat ini masih sangat populer di Shanghai, Shaoxing, dan daerah-daerah di sekitarnya. Para gadis juga akan bertukar kado dengan pria yang disukainya.

Nah, sekarang sudah tahu, kan, mengenai Festival Qixi. Manfaatkan momen ini untuk mengungkapkan cinta kepada gebetanmu, ya!

2 tanggapan pada “Festival Qixi, Hari Valentine Masyarakat Tionghoa”

Tinggalkan Balasan