Sejarah Kaligrafi

  • by

Dalam kebudayaan Tionghoa, kaligrafi merupakan salah satu seni bernilai tinggi dan telah ada sejak zaman kuno. Pada zaman dahulu di Tiongkok, membaca dan menulis adalah suatu kemewahan yang tidak bisa dinikmati oleh orang biasa. Maka dari itu, yang bisa membaca dan menulis saat itu hanyalah kaum tertentu dan dipandang sangat intelek. Mereka umumnya adalah para sarjana atau pelajar atau pejabat di kekaisaran.

Menurut sejarah, kaligrafi di Tiongkok sudah dikenal sejak zaman Dinasti Han (206SM sampai 220M). Kaligrafi juga bisa disebut tulisan indah, tulisan cantik, karena memiliki nilai artistik dan tingkat kesulitannya cukup tinggi, maka yang bisa membelinya hanyalah orang kaya. Pun dengan si pembuat kaligrafi itu sendiri. Corak atau jenis huruf kaligrafi tersebut juga menentukan.

Dalam kaligrafi, ada beberapa jenis huruf yang biasa digunakan, yaitu 篆书 zhuanshu, 隶书 li shu, 行书 xingshu, 草书 caoshu, dan 楷书 kaishu. Semua jenis kaligrafi ini memiliki corak dan keunikannya sendiri. Bermula dari Tiongkok, kesenian kaligrafi ini akhirnya diadopsi oleh Korea dan Jepang.

Kaligrafi jenis zhuanshu. Kredit: Gao Zun.

Meskipun seseorang bisa menuliskan huruf Mandarin dengan benar dan lancar, tapi menulis kaligrafi butuh latihan, kesabaran, ketelitian, sekaligus keluwesan. Karena tebal tipisnya suatu karakter juga memiliki nilai estetikanya sendiri. Itu sebabnya tidak semua orang bisa melakukannya. Menulis dengan pulpen tentu tidak sama jika dibandingkan menulis dengan kuas.

Dalam dunia kaligrafi Tiongkok, dikenal istilah Four Jewels of Study atau Empat Permata dalam Belajar, yaitu 文房四宝 (wen fang si bao), yaitu 笔 bi (kuas),墨 mo (tinta),纸 zhi (kertas),砚 yan (bak tinta), karena dengan peralatan inilah kita menuliskan kaligrafi. Karena harga kaligrafinya saja sudah mahal, maka empat peralatan ini juga sama mahalnya.

Sedangkan untuk kertas kaligrafi, kualitas terbagus sekaligus termahal adalah kertas Xuan. Kertas ini diproduksi di Kota Xuancheng, Distrik Jingxian, Provinsi Anhui. Kertas ini terbuat dari serat kayu berkualitas tinggi dan serat mulberi. Kertas jenis ini memiliki kemampuan untuk menyerap air. Keunggulan lainnya adalah kertas Xuan ini bertekstur halus, bersih, dan kuat. Tak hanya untuk kaligrafi, kertas Xuan juga digunakan untuk membuat lukisan dengan harga jual yang tinggi. Konon kabarnya, untuk menghasilkan kertas Xuan yang bagus dan berkualitas tinggi, dibutuhkan setidaknya waktu selama satu tahun untuk proses produksi. Kertas Xuan juga tidak mudah menua dan tebal. Kertas ini sudah digunakan sebagai bahan baku penting untuk kaligrafi dan lukisan sejak zaman Dinasti Tang (618-907).

Jika kita pergi ke Tiongkok, kita bisa dengan mudah menemukan kaligrafi ini di museum, toko buku, atau kuil. Kita bisa langsung membelinya jika berminat. Kita juga bisa menyewa jasa para penulis kaligrafi untuk menuliskan kaligrafi sesuai selera dan keinginan kita, tentu tidak langsung jadi. Mengingat tidak banyak orang yang berkecimpung di dunia kaligrafi di Tiongkok saat ini, harganya pun juga mahal.

Beberapa ahli kaligrafi yang terkenal di zaman kuno di antaranya adalah Zhao Mengfu, Wang Xizhi, Ouyang Xun, Zhong Yao, dan Cai Xiang.

Setelah seseorang membuat kaligrafi, biasanya orang tersebut akan menuliskan nama dan tanggal pembuatannya di sisi kiri, disertai dengan stempelnya, jika ada. Hasil kaligrafi ini bisa langsung digantung atau dibuatkan figura terlebih dulu.

Tinggalkan Balasan